Perbedaan Stek, Okulasi, dan Sambung Pucuk

Apa perbedaan antara stek, okulasi, dan sambung pucuk atau yang dikenal dengan teknik grafting pada tanaman. Ketiga teknik itu biasa diterapkan untuk perbanyakan bibit buah atau tanaman pada umumnya. Namun tidak sedikit yang salah mengartikan antara ketiga cara perbanyakan bibit tanaman tersebut. Berikut kami jelaskan sedikit mengenai perbedaan antara stek, okulasi dan sambung pucuk.

Latar belakang teknik grafting (stek, okulasi dan sambung pucuk)

Pada beberapa tanaman, benih tidak berkecambah karena perubahan iklim atau faktor lingkungan lainnya. Beberapa tanaman lain, mungkin memakan waktu beberapa tahun untuk berbunga dan membentuk biji. Ada juga pohon buah yang buahnya tidak memiliki biji seperti apukat tanpa biji dan semangka tanpa biji dan masih banyak lagi pohon buah yang sekarang dilahirkan dari teknik kultur jaringan.

Beberapa kasus diyakini perbanyakan bibit buah dengan teknik vegetatif lebih unggul dibandingkan denga cara generatif. Para ahli hortikultura mengeksploitasi metode alami perbanyakan vegetatif secara komersial. Beberapa dari mereka melakukan pemotongan / Stek / setek, pelapisan / okulasi, sambung pucuk dan kultur jaringan tanaman.

Perbanyakan bibit dengan cara “stek”

teknik stek atau setek

Stek atau setek adalah teknik perbanyakan vegetatif pada batang, akar atau daun. Bagian yang dipisahkan dari organ induk disebut stek. Pemotongan batang adalah yang paling sering digunakan untuk memperbanyak bibit buah. Stek daun yang digunakan pada tanaman hortikultura (Begonia). Stek akar digunakan untuk perbanyakan vegetatif pada ubi jalar, pohon buah roti dll.

Stek adalah suatu perlakuan pemisahan, atau pemotongan bagian-bagian tanaman seperti akar, batang, daun dan juga tunas. Tentunya dengan tujuan supaya bagian-bagian tersebut memunculkan akar. Maka dengan itu munculah istilah setek terhadap bagian-bagian akar, cabang, daun, umbi, dan lainnya. Perlakuan untuk setek batang dilakukan dengan cara memotong batang atau memotong bagian pucuk tanaman induk yang kemudian ditanam dalam wadah pembibitan.

Ada beberapa Tanaman obat yang dapat diperbanyak dengan cara di stek pada bagian batang diantaranya sirih, brotowali, dan juga lada. Adapun caranya yaitu, batang dipotong miring dengan ukuran 10 – 25 cm, kemudian dicelupkan pada wadah pembibitan, pastikan tempat pembibitan sudah berisikan tanah yang subur, hal ini untuk mempercepat pertumbuhan akar. 

Untuk tanaman yang sering di perbanyak mengunakan cara stek rimpang adalah  jenis temu-temuan atau Zingirberaceae seperti kunyit, temulawak, jahe dan juga kencur, Sedangkan untuk cara setek akar biasa di lakukan pada tanaman daun dewa.

Perbanyakan dengan teknik okulasi

teknik okulasi

Okulasi adalah adalah teknik menggabungkan bagian tanaman yang berbeda dan tumbuh sebagai tanaman tunggal. Hal ini biasanya dilakukan pada tanaman dikotil. Monokotil tidak memiliki kambium. Jadi okulasi tidak dilakukan di dalamnya. Bagian yang digabungkan pada okulasi disebut keturunan. Okulasi biasanya dilakukan pada bibit durian, pir, mangga, jambu, jeruk, kelengkeng dan mangga.

Okulasi adalah salah satu cara meningkatkan mutu tumbuhan dengan cara menempelkan sepotong kulit pohon yg bermata tunas dari batang atas pada suatu irisan dari kulit pohon lain dari batang bawah sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman yang baru. Okulasi merupakan teknik pembiakan tanaman secara vegetatif dengan cara menempelkan mata tunas dari satu tanaman ke tanaman lain yang sejenis. Okulasi bertujuan untuk menggabungkan sifat yang baik dari masing-masing tanaman yang diokulasi sehingga mendapatkan varietas tumbuhan yang baik.

Rata-rata tanaman yang dapat di okulasi juga dapat dilakukan teknik sambung pucuk.

Teknik Grafting Sambung Pucuk

Sambung pucuk tanaman yaitu menyatukan antara dua tanaman yang sama jenis tapi berbeda kualitas agar dapat tumbuh berkembangbiak menjadi satu tanaman yang unggul dan berkualitas, yang atas unggul tentang hasil buah dan yang tahan terhadap hama yang bawah kualitas tentang perakaran yang kuat dan tahan terhadap kekurangan air maupun pada saat kelebihan air.

Bibit tanaman buah yang biasa dilakukan sambung pucuk antara lain alpukat, kelengkeng, jambu, dan mangga. Perkembangan perbanyakan dengan cara sambung pucuk ini adalah teknik sambung susu. Pada teknik sambung susu, pohon buah yang akan diperbanyak tidak serta merta / langsung di potong. Tapi hanya di lukai kemudian disambungkan dengan dengan batang bawah yang biasanya masih tertanam di polybag. Dengan teknik ini tingkat keberhasilan tinggi. Pucuk baru di potong setelah sambungan benar-benar menempel.

Teknin Grafting di BibitSalaman.com

bibit alpukat non biji

Di bibitsalaman.com kami melakukan perbanyakan bibit buah menggunakan ketiga teknik grafting di atas. Kami menyesuaikan terhadap jenis bibit buah, kondisi bibit induk dan permintan pasar. Untuk harga  bibit buah hasil grafting berbeda antara hasil okulasi dengan hasil sambung pucuk. Hal tersebut terkait masalah tingkat esulitan, proses tumbuh bibit dan prosentase kegagalan.

Anda tidak perlu kawatir mengenai kualitas bibit buah yang kami jual. Karena dari ketiga teknik grafting di atas baik stek, okulasi, maupun sambung pucuk adalah teknik perbanyakan bibit vegetatif yang dijamin keunggulannya.

Jangan lewatkan Produk Terbaru Bibit Salaman

Subscribe untuk update artikel dan tips2 terbaru yang akan dikirim otomatis ke alamat Email Anda.